Rabu, 20 Mei 2020

Catat! Inilah Perbedaan Paru-Paru Basah Dengan COVID-19


Tak dapat dipungkiri pertambahan jumlah korban yang terserang virus COVID-19 atau corona makin hari kian bertambah banyak. Angka pertambahan yang cukup signifikan ini secara tak langsung dapat menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran jika terserang virus tersebut. Gejala virus corona memang mirip seperti gejala paru-paru basah, namun ternyata terdapat perbedaan diantara keduanya.

Catat! Inilah Perbedaan Paru-Paru Basah Dengan COVID-19

Paru-Paru Basah atau Pneumonia
Penyakit ini merupakan kondisi yang menyebabkan peradangan pada kantong udara pada salah satu atau kedua paru-paru. Infeksi tersebut dapat menyebabkan kantong udara yang ada pada saluran pernapasan di paru-paru dipenuhi oleh cairan dan mengalami peradangan. Namun jika daya tahan tubuh penderita paru-paru basah terbilang baik, penyakit ini umumnya dapat sembuh dengan sendirinya.

Gejala yang diderita oleh pengidap paru-paru basah atau pneumonia adalah batuk yang menghasilkan lendir, kebiru-biruan pada kuku dan bibir, mengalami delirium, hingga nyeri parah pada dada terlebih ketika batuk. Meskipun begitu, gejala yang terlihat pada perbedaan pneumonia biasa dengan COVID-19 adalah serangan awalnya yakni batuk tidak berdahak.

Selain itu, gejala yang ditimbulkan akibat pneumonia lainnya yaitu sering merasa lelah, mual hingga muntah, sakit kepala, kehilangan selera makan, hingga demam dan banyak berkeringat.

COVID-19 atau Corona
Sedangkan gejala awal yang kerap ditimbulkan akibat dari COVID-19 adalah batuk kering, demam, hingga kelelahan. Selain gejala tersebut, umumnya penderita akan menunjukkan gejala lain seperti nyeri otot, diare, mual, hingga muntah.
Jika Anda, rekan, atau kerabat mengalami batuk kering atau tidak berdahak dan kesulitan untuk bernapas ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Penyakit ini akan lebih berisiko terhadap orang pengidap diabetes, lansia diatas 65 tahun, orang yang menderita masalah pernapasan, hingga hipertensi.

Perbedaan Virus
Pneumonia umumnya dapat terjadi karena infeksi saluran pernapasan atas atau kerap disebut ISPA (hidung dan tenggorokan) yang terus meradang hingga akhirnya sampai ke paru-paru. Sedangkan virus COVID-19 sendiri disebabkan oleh novel corona virus.
Perbedaan Pengobatan
Penderita pneumonia biasa dapat disembuhkan dengan antivirus atau antibiotik guna menghalau virus. Sedangkan hingga saat ini virus COVID-19 belum terdapat antivirus atau obatnya.
Perbedaan Vaksin
Seperti yang kita ketahui hingga saat ini belum tersedia vaksin pencegah virus COVID-19. Sedangkan untuk pneumonia biasa terdapat 3 vaksin pencegahan yakni vaksin Hib, vaksin PSCV13, dan vaksin PPSV23.

Apakah Pneumonia Dapat Menular?
Pertanyaan mengenai apakah penyakit pneumonia menular kerap diajukan, dan faktanya kuman penyebab penyakit ini memang dapat menular. Sehingga dapat ditarik kesimpulan jika penderita pneumonia dapat menyebarkan penyakitnya kepada orang lain melalui inhalasi tetesan udara dari batuk ataupun bersin.
Jika permukaan benda telah terkontaminasi virus atau bakteri penyebab pneumonia, bukan tak mungkin seseorang tersebut juga dapat tertular.

Demikianlah informasi mengenai perbedaan paru-paru basah atau kerap disebut pneumonia dengan virus COVID-19 atau corona. Semoga informasi tersebut dapat menambah wawasan Anda.