Senin, 17 Desember 2018

Kandungan dan Kegunaaan Tepung Jagung Untuk Penderita Celiac

Sebab kandungannya gluten free alias leluasa gluten, tepung jagung dapat dikegunaaankan untuk pengidap kondisi kesehatan tertentu tidak hanya dapat dipakai sebagai bahan masakan. Tepung jagung alias yang dikenal juga sebagai tepung maizena dibangun dari biji jagung. Umumnya, tepung ini dipakai untuk bahan tambahan dalam memasak, membikin sirup jagung, maupun mengentalkan kuah sup alias saus.

Kandungan dan Kegunaaan Tepung Jagung Untuk Penderita Celiac

Selain untuk masak, kegunaaan tepung jagung lainnya adalah sebagai berikut:

-Dijadikan adonan pelapis nugget ayam yang berkegunaaan untuk menjaga bagusyahannya awet seusai digoreng.

-Dipakai sebagai bahan bedak bayi.

-Bahan pembuatan bioplastik, kantong plastik yang dapat hancur dengan sendirinya.

-Bahan antilengket yang berbahan karet alamiah semacam kondom dan sarung tangan kesehatan.

Di dunia medis, tepung jagung dipakai sebagai sumber glukosa untuk penderita penyakit glycogen storage disease (GSD). Tidak hanya itu, dapat pula dikegunaaankan oleh penderita penyakit celiac, penyakit autoimun pada saluran pencernaan dimana ketika mengonsumsi makanan yang mengandung gluten maka dapat merusak lapisan dari usus halus. Penderita celiac sebaiknya menghindari makanan yang mengandung gluten.

Pengidap celiac tak merasakan gejala apapun ketika tak sengaja mengonsumsi makanan bergluten. Penyakit ini terbukti tak disertai gejala. Tetapi bukan berarti tak ada kerusakan pada usus. Pada sebagian besar permasalahan, gejala yang dirasakan biasanya berupa sakit perut dan diare. Apabila pengidap celiac semakin menerus mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, maka biasanya bakal mengalami komplikasi serius semacam peradangan usus hingga kanker usus kecil.

Gluten berasal dari bahasa latin, glue. Gluten adalah protein dalam gandum. Tepung terigu yang mengandung gluten biasanya dipakai untuk membikin roti sebab bahan ini membikin adonan menjadi mudah dibentuk elastis, dan mengembang. Untuk menghindari dari risiko gluten, pengidap penyakit celiac sebaiknya mengonsumsi makanan yang leluasa protein gluten.

Sebagai pengganti terigu biasa, penderita celiac dapat memakai produk leluasa gluten. Apabila Kamu mungkin kesusahan menemukan produk gluten free di toko konvensional, Kamu dapat mencarinya di toko online. Tidak hanya produk-produk yang terbuat dari tepung jagung, penderita celiac juga dapat mengonsumsi makanan leluasa gluten lain semacam sayur, buah, daging ikan, daging unggas, dan produk-produk olahan susu. Pastikan pula untuk mengonsumsi makanan tersebut tanpa campuran bahan-bahan yang mengandung gluten. Tidak hanya tepung jagung, ada berbagai tepung lain yang dapat dipilih. Diantaranya tepung kacang, tepung kentang, dan tepung beras.

Senin, 10 Desember 2018

Waspada Nyatanya Stres Juga Bisa Menular

Stres adalah suatu  respons tubuh ketika menghadapi tekanan. Setiap orang bis amempunyai respons tubuh yang tak sama-beda saat menunjukkannya, bisa berupa ungkapan fisik, emosi, kecemasan alias frustasi. Semua itu tergantung dari bagaiman tutorial pandang serta ketahanan seseorang menghadapi tekanan yang memicu timbulnya stres. 

Waspada! Nyatanya Stres Juga Bisa Menular

Stres bisa datang kapan pun bahkan tanpa disadari. Ada tak sedikit faktor yang bisa memicu timbulnya respons stres, bisa dikarenakan sebab persoalan dengan keluarga, pasangan, pekerjaan, keuangan, alias sebab terjebak macet di jalan

Uniknya, nyatanya stres juga bisa dikarenakan oleh pengaruh oleh orang lain. Maksudnya, stres juga bisa ditularkan dari orang lain. Benarkah?


Sebagian besar orang mungkin berpikir apabila stres muncul dari dalam diri sendiri dampak respon tubuh terhadap persoalan yang sedang dihadapi. Mungkin Kamu sempat menemui alias justru mengalaminya sendiri, ketika ada seseorang yang merasa panik serta cemas, kemudian Kamu memintanya untuk tak panik karen ahal tersebut bisa memengaruhi pikiran Anda.

Itu sebabnya, tanpa disadari nyatanya stres yang selagi ini dialami bisa saja bukan dikarenakan oleh Kamu sendiri, tetapi sebab pengaruh dari orang lain di kurang lebih. Faktanya, terbukti stres bisa menular dari satu orang ke orang lain.

Sebuah penelitian dalam Journal Social Science and Medicine meneliti hubungan stres yang dialami guru sekolah serta pengaruhnya pada para siswa, begitu juga sebaliknya.

Hasilnya menunjukkan bahwa guru yang mengalami kelelahan sampai menyebabkan stres, memicu peningkatan kadar kortisol alias hormon stres dalam tubuh para siswa. Akhirnya, stres menular pada siswa ataupun sebaliknya.

Temuan ini diperkuat dengan penelitian lain yang dimuat dalam Journal Nature Neuroscience, dengan meperbuat percobaan pada sepasang tikus yang salah satunya mengalami stres. Ketika tikus yang mengalami stres ini disatukan dengan tikus lainnya yang tak mengalami stres, maka ada perpindahan sinyal stres kimia dari fauna satu ke lainnya.

Keadaan inilah yang kemudian memicu timbulnya stres pada individu yang memperoleh 'pengaruh stres' dari individu lainnya. Padahal, seorang bisa saja tak mengalami gejala sama sekali, pada awalnya.

Meskipun penelitian ini diperbuat pada tikus, tetapi tim peneliti yakin apabila faktor yang sama bisa terjadi pada manusia. Kami tak jarangkali menceritakan tekanan yang dialami terhadap orang lain dengan mudah. Malah terkadang kami menceritakannya tanpa sadar. Penelitian ini membuktikan apabila berbagai gejala stres juga bisa terjadi pada keluarga serta kerabat di kurang lebih orang yang mengalami stres.

Di segi lain, performa untuk merasakan kondisi emosional orang lain adalah tahap penting untuk menciptakan serta membangun ikatan sosial. Penelitian ini juga menunjukkan apabila stres dengan interaksi sosial mempunyai keterkaitan yang lumayan rumit. Konsekuensi dari keterkaitan tersebut bisa berjalan lama serta memengaruhi perilaku orang lain di masa mendatang.