Senin, 18 Juni 2018

Penyebab dan Gejala Kondisi Kelainan Albinisme

Albinisme merupakan kelainan yang terjadi dimana seseorang mengalami ketidak lebihan melanin alias dapat juga sama sekali tak memiliki pigmen yang menyebabkan kulit, rambut, dan mata tampak pucat bahkan cenderung putih semacam bule. Kelainan albanisme diderita kelompok etnis di seluruh dunia dan orang yang menderita kondisi ini disebut dengan albino. Walau albinisme tak mungkin disembuhkan, tetapi kondisi tersebut tak membikin penderitanya untuk nasib terasing. Mereka masih dapat menjalankan kenasiban dengan normal.

Penyebab dan Gejala Kondisi Kelainan Albinisme

Gejala albinisme biasanya berupa kulit pucat dengan rambut pirang. Sebagian orang, rambutnya berwarna cokelat. Sebab ketidak lebihan pigmen melanin, kulit orang albino mudah terbakar apabila tak jarang terpapar matahari langsung. Untuk penderita albinisme, paparan sinar matahari jangan disepelekan sebab dapat mengarah menjadi komplikasi serius salah satunya merupakan kanker kulit.

Pada mata pun dapat memberbagi akibat berupa ketidak lebihan pigmen melanin yang mengubah warna iris menjadi biru pucat alias kelabu dan membikin pandangan terganggu dan sensitive kepada cahaya. Kondisi mata yang muncul sebab kondisi albinisme diantaranya merupakan rabun jauh, rabun dekat, juling, mata silindris, dan nistagmus alias gerakan ritmik tanpa control dari segi ke sisi. Pada anak-anak albino tak jarang kali tampak kikuk sebab gangguan pada penglihatannya ini.

Lalu apa sebetulnya penyebab albinisme? Kondisi ini dikarenakan sebab adanya mutasi alias perubahan pada gen yang memproduksi melanin oleh sel-sel melanocytes yang ada dalam kulit dan mata. Sebab perubahan gen tersebut, produksi melanin terganggu alias bertidak lebih drastic bahkan tak diproduksi sama sekali.

Tersedia dua tipe albinisme yakni albinisme okulokutaneus dan albinisme okular. Albinisme ocular merupakan tipe albinisme yang jarang ditemukan. Kondisi tersebut berakibat pada pengamatan ketimbang pada perubahan warna kulit, mata, ataupun rambut. Penderita albinisme ocular hanya mengalami gangguan pengamatan saja. Tetapi warna rambut, kulit, mata, dan penampilan tampak sama semacam orang banyak. Walau sedikit tampak lebih pucat. Albanisme ocular diakibatkan mutasi gen kromosom X dan penderitanya sebagian besar merupakan laki-laki.

Sementara albinisme okulokutaneus merupakan albinisme paling umum yang berakibat pada kulit, mata, dan rambut. Kondisi ini disebut juga dengan albinisme komplit. Albinisme didiagnosis dokter sejak penderita lahir dengan ciri-ciri semacam mata, kulit, dan rambut lebih pucat.

Dalam mendiagnosis penglihatan, dokter spesialis mata bakal meperbuat berbagai pemeriksaan semacam pemeriksaan menggunakan alat khusus bernama slit lamp, pemeriksaan bentuk lengkung kornea, pengecekan pupil, pemeriksaan arah mata untuk mendiagnosis juling, dan pemeriksaan gerakan mata untuk mendiagnosa nistagmus.

Apabila Kamu menderita albinisme, tak lebihi aktivitas di luar ruangan ketika siang hari. Apabila wajib berangkat ke luar, gunakan rutin tabir surya alias pakaian yang melindungi diri dari terik matahari langsung.